Peranan Pemuda di Dunia Pertanian
Minggu, 09 Juni 2019
Sabtu, 05 Januari 2019
PELUANG PERTUMBUHAN PEMBENIHAN DI KECAMATAN PUJUT
Indonesia adalah negara yang disebut negara agraris.Ini dikarenakan
hampir semua warga Indonesia berkerja sebagai petani. Salah satu contohnya
adalah yang ada di Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat. Tercatat perkerjaan
sebagai petani adalah pekerjaan yang mendominasi.
Sedangkan
untuk komoditas unggul yang ada di
Kecamatan Pujut adalah PAJALE (Padi,Jagung dan Kedelai).
Jadi,di
artikel ini,saya akan membahas tentang GIMANASIH PELUANG PERTUMBUHAN PEMBENIHAN DI KECAMATAN PUJUT.,,,
Berdasarkan
data yang ada di UPT KEC.PUJUT,komoditas unggulan Kecamatan Pujut adalah
padi,jagung dan kedelai. Berikut adalah tabel benih padi,jagung dan kedelai di
Kec.Pujut
·
PADI
|
NAMA
BENIH
|
LUAS TANAM (Ha)
|
|
Sambad 09
|
350
|
|
Citubagendit
|
3420
|
|
Cilewung
|
1524
|
|
In pari 31
|
680
|
|
In pari 32
|
690
|
|
In pari 33
|
340
|
|
Lain-lain(ketan,padi hitam)
|
170
|
Sumber: UPT KEC.PUJUT
·
JAGUNG
|
NAMA
BENIH
|
LUAS TANAM (Ha)
|
|
NK 212
|
2163
|
|
BIMA 15
|
66
|
|
BIMA 18
|
871
|
Sumber: UPT KEC.PUJUT
·
KEDELAI
|
NAMA
BENIH
|
LUAS TANAM (Ha)
|
|
Anjarmoro
|
210
|
|
Kepet
|
115
|
Sumber: UPT KEC.PUJUT
Tabel-tabel diatas menunjukkan perumbuhan benih komoditas
unggul di Kecamatan Pujut tahun 2018. Untuk benih subsidi hanya ada di
komoditas padi yakni SAMBAD 09 dan IN PARI 31 . sedangkan benih yang lain di
hasilakan oleh masyarakat sendiri.
“untuk tahun lalu,bantuan benih Cuma cilewung dengan luas
tanam 2100 Ha,dan benih yang ditanam lebih bevariasi tahun ini daripada tahun
kemarin” penjelasan dari Pak Murdani selaku pegawai di UPT Kec.Pujut.
Jadi PELUANG PERTUMBUHAN PEMBENIHAN yang ada di KEC.PUJUT
dipengaruhi oleh pembenihan mandiri yang dilakukan oleh maasyarakat. Ini
dikarenakan karena masyarakat masih sulit menerima hal baru,apalagi itu
mengenai mata pencaharian mereka sehari-hari. Selain itu juga,metoded
penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh yang kurang meyakinkan sehingga
masyarakatpun sulit untuk menerima hal baru.
Rabu, 14 November 2018
SEMUA TENTANG PAK AMRAN
- Nama lengkap:
Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP
- Profesi:
- Lahir:
Bone, 27 April 1968
Tak puas dengan perusahan pemerintah, ia mendirikan perusahaan sendiri. Andi Amran Sulaiman berjuang keras dan berkeliling mengenalkan hasil temuannya terkait pertanian. Beragam solusi ia ciptakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya pencegahan dari serangan hama tikus.
Satu karya berhasil, ia ciptakan inovasi lainnya. Ia pun menjadi pengusaha terkenal di Sulawesi Selatan. Setelah malang melintang selama 15 tahun di dunia usaha, ia terjun ke dunia politik. Ia menjadi relawan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. Pilihannya tak salah. Pasangan ini menang.
Ia pun diangkat menjadi Menteri Pertanian. Ia mewakili menteri dari profesional dan daerah Timur. Andi Amran lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968. Ia menikah dengan Martati, dan dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Andi Amar Ma’ruf, Andi Athira, Andi Muh. Anugrah, Andi Humairah.
Masa kecilnya dihabiskan di Kabupaten Bone. Sekitar 500 km jarak tempuh Bone ke Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Dari SMA, ia melanjutkan kuliah ke Makassar di kampus Universitas Hasanuddin dan mengambil Fakultas Pertanian. Pada usia 25 tahun dia menggondol gelar insinyur pertanian.
Setelah lulus, Amran sempat masuk perusahaan pelat merah, PTPN XIV, 1997. Dia pernah menjabat kepala Bagian Logistik di PTPN. Dia mengundurkan diri karena banyak terjadi penyimpangan di perusahaan pemerintah tersebut.
Keluar dari sana tak membuat dirinya kecil hati. Amran membuat beragam karya inovasi dalam hubungannya dengan pertanian sesuai dengan bidang kuliahnya. Ia memulai dari cara menanggulanngi hama tikus, membuat pestisida, dan menanggulangi hama-hama lainnya.
Dia keliling uji coba, presentasi, dan patenkan hasil karyanya. Dia termasuk orang penemu sekaligus penerima Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran”. Sejak itu dia terus mengembangkan usaha dan melebarkan bidang bisnisnya; produsen pestisida, perkebunan kelapa sawit, gula, tambang nikel, tambang emas, dan SPBU. Semua usahanya dibawah bendera Tiran Group.
Di tengah kesibukannya mengurus bisnisnya, Amran tidak melupakan akan pentingnya pendidikan. Dia mengejar pendidikan ke jenjang S2 dan S3 di kampus almamaternya. Semua diraih dengan predikat sangat memuaskan dan dia dikenal seseorang yang cerdas, inovatif, dan problem solver.
Setelah 15 tahun berkecimpug dunia usaha, dia mencoba aktif untuk menjadi relawan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Dia menjadi koordinator relawan Sahabat Rakyat Kawasan Timur Indonesia (KTI). Jokowi menang dan miminta Amran menjadi menteri pertanian.
Satu karya berhasil, ia ciptakan inovasi lainnya. Ia pun menjadi pengusaha terkenal di Sulawesi Selatan. Setelah malang melintang selama 15 tahun di dunia usaha, ia terjun ke dunia politik. Ia menjadi relawan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. Pilihannya tak salah. Pasangan ini menang.
Ia pun diangkat menjadi Menteri Pertanian. Ia mewakili menteri dari profesional dan daerah Timur. Andi Amran lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968. Ia menikah dengan Martati, dan dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Andi Amar Ma’ruf, Andi Athira, Andi Muh. Anugrah, Andi Humairah.
Masa kecilnya dihabiskan di Kabupaten Bone. Sekitar 500 km jarak tempuh Bone ke Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Dari SMA, ia melanjutkan kuliah ke Makassar di kampus Universitas Hasanuddin dan mengambil Fakultas Pertanian. Pada usia 25 tahun dia menggondol gelar insinyur pertanian.
Setelah lulus, Amran sempat masuk perusahaan pelat merah, PTPN XIV, 1997. Dia pernah menjabat kepala Bagian Logistik di PTPN. Dia mengundurkan diri karena banyak terjadi penyimpangan di perusahaan pemerintah tersebut.
Keluar dari sana tak membuat dirinya kecil hati. Amran membuat beragam karya inovasi dalam hubungannya dengan pertanian sesuai dengan bidang kuliahnya. Ia memulai dari cara menanggulanngi hama tikus, membuat pestisida, dan menanggulangi hama-hama lainnya.
Dia keliling uji coba, presentasi, dan patenkan hasil karyanya. Dia termasuk orang penemu sekaligus penerima Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran”. Sejak itu dia terus mengembangkan usaha dan melebarkan bidang bisnisnya; produsen pestisida, perkebunan kelapa sawit, gula, tambang nikel, tambang emas, dan SPBU. Semua usahanya dibawah bendera Tiran Group.
Di tengah kesibukannya mengurus bisnisnya, Amran tidak melupakan akan pentingnya pendidikan. Dia mengejar pendidikan ke jenjang S2 dan S3 di kampus almamaternya. Semua diraih dengan predikat sangat memuaskan dan dia dikenal seseorang yang cerdas, inovatif, dan problem solver.
Setelah 15 tahun berkecimpug dunia usaha, dia mencoba aktif untuk menjadi relawan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Dia menjadi koordinator relawan Sahabat Rakyat Kawasan Timur Indonesia (KTI). Jokowi menang dan miminta Amran menjadi menteri pertanian.
KELUARGA
Istri : Ir. Hj. Martati
Anak : Andi Athira,
Andi Muh. Anugrah
Andi Humairah
PENDIDIKAN
SD Impres 10 Mappesangka, Bone
SMP Negeri Ponre, Bone
SMA Negeri Lappariaja, Bone
S1, Fakultas Pertanian, Unhas 1988-1993,
S2, Pertanian Unhas, 2002-2003
S3, Doktor Ilmu Pertanian, Unhas, 2008-2012
KARIER
PTPN XIV
CEO PT Tiran Group
Menteri Pertanian, 2014-2019
PENGHARGAAN
Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran” dari Menteri Kehakiman RI, 1995
Surat Izin Khusus Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1997
Surat Izin Tetap Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1998
Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI, 2007
Penghargaan FKPTPI Award tahun 2011 di Bali
Surat Izin Tetap Pestisida, Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian RI, 2011
Surat Izin Tetap Pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
Surat Izin Tetap Pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri KehakimaN 2014
dunia terpukau dengan pembanguan pertanian Indonesia

Pembangunan Pertanian Indonesia memukau negara negara anggota Food and Agriculture (FAO), atau Badan Pangan dan Pertanian Perserkatan Bangsa-bangsa. Hal ini terungkap dalam Lokakarya Nasional dengan tema 'Pilar Utama Peningkatan Kesejahteraan Petani : Reformasi Pertanian, Intensifikasi Produksi, dan Peningkatan Akses Pasar' di Gedung Pusat Informasi Agribisnis, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (12/11).
Acara yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bekerjasama dengan Kementan ini, bertujuan mempromosikan keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. Representatif FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard yang hadir dalam Lokakarya, menyampaikan apresiasinya pada Menteri Pertanian (Mentan) yang sangat fokus mengembangkan pertanian di lahan gambut pasang surut.
Rudgard juga menyampaikan laporan perjalanan perwakilan tetap dari delapan negara anggota FAO, Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang telah mengunjungi sejumlah daerah untuk mempelajari sistem pertanian Indonesia.
"Dalam kunjungan lapangan ini mereka menyaksikan langsung bagaimana kerja FAO di lapangan, dan bagaimana kami berusaha bekerja dengan baik dengan penerima manfaat dan partner kami," kata Rudgard.

Kunjungan berlangsung selama empat hari, yaitu sejak tanggal 31 Oktober 2018 sampai dengan 3 November 2018. Delegasi yang hadir di antaranya berasal dari Aljazair, Australia, Chili, Yordania, Nigeria, Norwegia, Thailand, dan Amerika Serikat.
Para delegasi berkunjung ke Jawa Tengah untuk menyaksikan demonstrasi padi-ikan (mina-padi) di Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan kerjasama FAO dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan pemerintah daerah untuk mengembangkan praktik-praktik mina pada inovatif. Para peserta delegasi mendapat pengalaman melakukan panen beras dan ikan bersama para petani dan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.
Setelah Sukoharjo, rombongan delegasi menuju Yogyakarta untuk mempelajari program Kementerian Pertanian yang didukung oleh FAO dan USAID guna mendeteksi dan memberantas wabah penyakit unggas yang juga mengancam populasi manusia.
Delegasi melakukan uji petik pengambilan sampel unggas di Pasar Terban Yogyakarta. Sampel unggas ini selanjutnya dibawa ke Balai Besar Veteriner Wates untuk pemeriksaan virus flu burung (Avian Influenza).
Delegasi berkesempatan untuk meninjau fasilitas laboratorium Bioteknologi dan laboratorium Virologi. Setelah itu, dilakukan presentasi proyek FAO Emerging Pandemic Threats 2 (EPT-2), dan sekilas layanan BB Veteriner Wates. Pada kesempatan tersebut delegasi dari Norwegia, Gunnvor Berge menyampaikan apresiasi atas capaian program _Influenza Virus Monitoring (IVM) online_ atau pemantauan virus AI online, yang berhasil mengurangi kejadian penyebaran virus AI pada unggas di wilayah kerja BB Veteriner Wates yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani peternak unggas.

Di hari terakhir kunjungan para delegasi mengunjungi Desa Sibetan, Karangasem, Bali, untuk mempelajari proyek Agroforestri Salak yang diajukan pemerintah sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Dunia (GIAHS).
Situs GIAHS yang diusulkan mencakup lanskap yang kaya akan keanekaragaman hayati penting, yang telah berevolusi dan beradaptasi secara selaras dengan komunitas di lingkungannya. Petani Salak di Sibetan mengelola sistem agroforestri memanfaatkan kearifan lokal dan filosofi yang telah diwariskan selama lebih dari 14 abad dari generasi ke generasi.
Kepala delegasi, Wakil Tetap Nigeria, Dr. Yaya Adisa Olaitan Olaniran di akhir kunjungan menyampaikan kesan-kesannya selama melakukan kunjungan di tanah air.
"Kami meninggalkan Indonesia dengan kenangan yang cukup baik bagaimana kerjasama itu harus dilakukan, dan kami benar-benar menghargai Pemerintah, rakyat dan staf FAO di Indonesia," pungkasnya.
ementara itu Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman dalam sambutannya di hadapan peserta Lokakarya, memaparkan beberapa capaian pembangunan pertanian dalam 4 tahun terakhir. Di antaranya terkait peningkatan produksi, perbaikan regulasi, stabilitas harga, peningkatan investasi mekanisasi pertanian, serta inovasi pertanian.
Setelah mendapatkan penjelasan serta gambaran delegasi FAO dan Mentan, Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir berjanji akan membantu mempromosikan sektor pertanian Indonesia ke mancanegara.
daftar pustaka
www.merdeka.com
PERANAN PEMUDA DI DUNIA PERTANIAN
PERANAN PEMUDA DALAM DUNIA PERTANIAN
Pemuda ? siapa itu pemuda ?
Menurut WHO dalam sarlito sarwono (2008:9) usia 10-24 tahun
digolongkan sebagai young people, sedangkan remaja atau
adolescence dalam golongan usia 10-19 tahun.
Menurut mukhlis (2007:1) “ pemuda adalah suatu generasi yang
dipundaknya dibebani bermacam-macam harapan, terutama dari
generasi lainya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda
diharapkan sebagai generasi penerus, genrasi yang harus mengisi
dan melangsungkan estafet pembangunan secara berkelanjutan”.
sooo.pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. jadi dalam usia pemuda semangat dalam semua hal itu sangatlah tinggi.
Jika berbicara tentang pemuda maka tak lepas dari mahasiswa. Mahasiswa mempunyai peranan yang sangat besar dalam mengembangkan dunia pertanian, sebab antara teori yang telah dipelajarinya dan praktek haruslah berjalan beriringan.
lahhhh,peranan pemuda itu apa aja sih ?terkhusus di dunia pertanian?
kali ini ,saya akan memaparkan peranan pemuda di dunia pertanian:
1. melakukan riset untuk menghasilkan rekayasa teknologi maupun kelembagaan yang dapat mendukung pembangunan pertanian yang dapat memberdayakan petani serta menyokong ekonomi pertanian.
2. melakukan pendampingan untuk menghadapi ketidakberdayaan petani terhadap sistem yang tidak menguntungkan seperti sistem ijon, rentenir, ataupun ketidakberdayaan menghadapi tengkulak.

Langganan:
Postingan (Atom)

