Sabtu, 05 Januari 2019

PELUANG PERTUMBUHAN PEMBENIHAN DI KECAMATAN PUJUT


Indonesia adalah negara yang disebut negara agraris.Ini dikarenakan hampir semua warga Indonesia berkerja sebagai petani. Salah satu contohnya adalah yang ada di Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat. Tercatat perkerjaan sebagai petani adalah pekerjaan yang mendominasi.

Sedangkan untuk komoditas unggul  yang ada di Kecamatan Pujut adalah PAJALE (Padi,Jagung dan Kedelai).

Jadi,di artikel ini,saya akan membahas tentang GIMANASIH PELUANG PERTUMBUHAN  PEMBENIHAN DI KECAMATAN PUJUT.,,,




Berdasarkan data yang ada di UPT KEC.PUJUT,komoditas unggulan Kecamatan Pujut adalah padi,jagung dan kedelai. Berikut adalah tabel benih padi,jagung dan kedelai di Kec.Pujut

·         PADI

NAMA BENIH
LUAS TANAM (Ha)
Sambad 09
350
Citubagendit
3420
Cilewung
1524
In pari 31
680
In pari 32
690
In pari 33
340
Lain-lain(ketan,padi hitam)
170

Sumber: UPT KEC.PUJUT

·         JAGUNG

NAMA BENIH
LUAS TANAM (Ha)
NK 212
2163
BIMA 15
66
BIMA 18
871

Sumber: UPT KEC.PUJUT

·         KEDELAI

NAMA BENIH
LUAS TANAM (Ha)
Anjarmoro
210
Kepet
115

           Sumber: UPT KEC.PUJUT



Tabel-tabel diatas menunjukkan perumbuhan benih komoditas unggul di Kecamatan Pujut tahun 2018. Untuk benih subsidi hanya ada di komoditas padi yakni SAMBAD 09 dan IN PARI 31 . sedangkan benih yang lain di hasilakan oleh masyarakat sendiri.

“untuk tahun lalu,bantuan benih Cuma cilewung dengan luas tanam 2100 Ha,dan benih yang ditanam lebih bevariasi tahun ini daripada tahun kemarin” penjelasan dari Pak Murdani selaku pegawai di UPT Kec.Pujut.



Jadi PELUANG PERTUMBUHAN PEMBENIHAN yang ada di KEC.PUJUT dipengaruhi oleh pembenihan mandiri yang dilakukan oleh maasyarakat. Ini dikarenakan karena masyarakat masih sulit menerima hal baru,apalagi itu mengenai mata pencaharian mereka sehari-hari. Selain itu juga,metoded penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh yang kurang meyakinkan sehingga masyarakatpun sulit untuk menerima hal baru.

Rabu, 14 November 2018

SEMUA TENTANG PAK AMRAN

thumb-profilthumb-profilthumb-profil




  • Nama lengkap
    :

    Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP

  • Profesi
    :

  • Lahir
    :

    Bone, 27 April 1968

Tak puas dengan perusahan pemerintah, ia mendirikan perusahaan sendiri. Andi Amran Sulaiman berjuang keras dan berkeliling mengenalkan hasil temuannya terkait pertanian. Beragam solusi ia ciptakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya pencegahan dari serangan hama tikus.

Satu karya berhasil, ia ciptakan inovasi lainnya. Ia pun menjadi pengusaha terkenal di Sulawesi Selatan. Setelah malang melintang selama 15 tahun di dunia usaha, ia terjun ke dunia politik. Ia menjadi relawan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat Pilpres 2014. Pilihannya tak salah. Pasangan ini menang.

Ia pun diangkat menjadi Menteri Pertanian. Ia mewakili menteri dari profesional dan daerah Timur. Andi Amran lahir di Bone, Sulawesi Selatan, 27 April 1968. Ia menikah dengan Martati, dan dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Andi Amar Ma’ruf, Andi Athira,  Andi Muh. Anugrah, Andi Humairah. 

Masa kecilnya dihabiskan di Kabupaten Bone. Sekitar 500 km jarak tempuh Bone ke Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Dari SMA, ia melanjutkan kuliah ke Makassar di kampus Universitas Hasanuddin dan mengambil Fakultas Pertanian. Pada usia 25 tahun dia menggondol gelar insinyur pertanian.

Setelah lulus, Amran sempat masuk perusahaan pelat merah, PTPN XIV, 1997. Dia pernah menjabat kepala Bagian Logistik di PTPN. Dia mengundurkan diri karena banyak terjadi penyimpangan di perusahaan pemerintah tersebut.

Keluar dari sana tak membuat dirinya kecil hati. Amran membuat beragam karya inovasi dalam hubungannya dengan pertanian sesuai dengan bidang kuliahnya. Ia memulai dari cara menanggulanngi hama tikus, membuat pestisida, dan menanggulangi hama-hama lainnya. 

Dia keliling uji coba, presentasi, dan patenkan hasil karyanya. Dia termasuk orang penemu sekaligus penerima Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran”.  Sejak itu dia terus mengembangkan usaha dan melebarkan bidang bisnisnya; produsen pestisida, perkebunan kelapa sawit, gula, tambang nikel, tambang emas, dan SPBU. Semua usahanya dibawah bendera Tiran Group.  

Di tengah kesibukannya mengurus bisnisnya, Amran tidak melupakan akan pentingnya pendidikan. Dia mengejar pendidikan ke jenjang S2 dan S3 di kampus almamaternya. Semua diraih dengan predikat sangat memuaskan dan dia dikenal seseorang  yang cerdas, inovatif, dan problem solver.

Setelah 15 tahun berkecimpug dunia usaha, dia mencoba aktif untuk menjadi relawan Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Dia menjadi koordinator relawan Sahabat Rakyat Kawasan Timur Indonesia (KTI). Jokowi menang dan miminta Amran menjadi menteri pertanian.

KELUARGA  
Istri   : Ir. Hj. Martati
Anak : Andi Athira,
           Andi Muh. Anugrah
           Andi Humairah


PENDIDIKAN

    SD Impres 10 Mappesangka, Bone
    SMP Negeri Ponre, Bone
    SMA Negeri Lappariaja, Bone
    S1, Fakultas Pertanian, Unhas 1988-1993,
    S2, Pertanian Unhas, 2002-2003
    S3, Doktor Ilmu Pertanian, Unhas, 2008-2012

KARIER

    PTPN XIV 
    CEO PT Tiran Group
    Menteri Pertanian, 2014-2019

PENGHARGAAN

    Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran” dari Menteri Kehakiman RI, 1995
    Surat Izin Khusus Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1997
    Surat Izin Tetap Pestisida Tiran 58PS dari Menteri Pertanian RI, 1998
    Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan di Bidang Wirausaha Pertanian dari Presiden RI, 2007
    Penghargaan FKPTPI Award tahun 2011 di Bali
    Surat Izin Tetap Pestisida, Ammikus 65PS dari Menteri Pertanian RI, 2011
    Surat Izin Tetap Pestisida Ranmikus 59PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
    Surat Izin Tetap Pestisida Timikus 64PS dari Menteri Pertanian RI, 2012
    Hak Paten Alpostran (Alat Empos Tikus modifikasi) dari Menteri KehakimaN 2014

dunia terpukau dengan pembanguan pertanian Indonesia



Pembangunan Pertanian Indonesia memukau negara negara anggota Food and Agriculture (FAO), atau Badan Pangan dan Pertanian Perserkatan Bangsa-bangsa. Hal ini terungkap dalam Lokakarya Nasional dengan tema 'Pilar Utama Peningkatan Kesejahteraan Petani : Reformasi Pertanian, Intensifikasi Produksi, dan Peningkatan Akses Pasar' di Gedung Pusat Informasi Agribisnis, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (12/11).

Acara yang diinisiasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bekerjasama dengan Kementan ini, bertujuan mempromosikan keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia. Representatif FAO untuk Indonesia dan Timor Leste, Stephen Rudgard yang hadir dalam Lokakarya, menyampaikan apresiasinya pada Menteri Pertanian (Mentan) yang sangat fokus mengembangkan pertanian di lahan gambut pasang surut.
Rudgard juga menyampaikan laporan perjalanan perwakilan tetap dari delapan negara anggota FAO, Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang telah mengunjungi sejumlah daerah untuk mempelajari sistem pertanian Indonesia.
"Dalam kunjungan lapangan ini mereka menyaksikan langsung bagaimana kerja FAO di lapangan, dan bagaimana kami berusaha bekerja dengan baik dengan penerima manfaat dan partner kami," kata Rudgard.
Kunjungan berlangsung selama empat hari, yaitu sejak tanggal 31 Oktober 2018 sampai dengan 3 November 2018. Delegasi yang hadir di antaranya berasal dari Aljazair, Australia, Chili, Yordania, Nigeria, Norwegia, Thailand, dan Amerika Serikat.
Para delegasi berkunjung ke Jawa Tengah untuk menyaksikan demonstrasi padi-ikan (mina-padi) di Kabupaten Sukoharjo, yang merupakan kerjasama FAO dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan pemerintah daerah untuk mengembangkan praktik-praktik mina pada inovatif. Para peserta delegasi mendapat pengalaman melakukan panen beras dan ikan bersama para petani dan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.
Setelah Sukoharjo, rombongan delegasi menuju Yogyakarta untuk mempelajari program Kementerian Pertanian yang didukung oleh FAO dan USAID guna mendeteksi dan memberantas wabah penyakit unggas yang juga mengancam populasi manusia.
Delegasi melakukan uji petik pengambilan sampel unggas di Pasar Terban Yogyakarta. Sampel unggas ini selanjutnya dibawa ke Balai Besar Veteriner Wates untuk pemeriksaan virus flu burung (Avian Influenza).
Delegasi berkesempatan untuk meninjau fasilitas laboratorium Bioteknologi dan laboratorium Virologi. Setelah itu, dilakukan presentasi proyek FAO Emerging Pandemic Threats 2 (EPT-2), dan sekilas layanan BB Veteriner Wates. Pada kesempatan tersebut delegasi dari Norwegia, Gunnvor Berge menyampaikan apresiasi atas capaian program _Influenza Virus Monitoring (IVM) online_ atau pemantauan virus AI online, yang berhasil mengurangi kejadian penyebaran virus AI pada unggas di wilayah kerja BB Veteriner Wates yang berdampak pada peningkatan pendapatan petani peternak unggas.
Di hari terakhir kunjungan para delegasi mengunjungi Desa Sibetan, Karangasem, Bali, untuk mempelajari proyek Agroforestri Salak yang diajukan pemerintah sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Dunia (GIAHS).
Situs GIAHS yang diusulkan mencakup lanskap yang kaya akan keanekaragaman hayati penting, yang telah berevolusi dan beradaptasi secara selaras dengan komunitas di lingkungannya. Petani Salak di Sibetan mengelola sistem agroforestri memanfaatkan kearifan lokal dan filosofi yang telah diwariskan selama lebih dari 14 abad dari generasi ke generasi.
Kepala delegasi, Wakil Tetap Nigeria, Dr. Yaya Adisa Olaitan Olaniran di akhir kunjungan menyampaikan kesan-kesannya selama melakukan kunjungan di tanah air.
"Kami meninggalkan Indonesia dengan kenangan yang cukup baik bagaimana kerjasama itu harus dilakukan, dan kami benar-benar menghargai Pemerintah, rakyat dan staf FAO di Indonesia," pungkasnya.
ementara itu Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman dalam sambutannya di hadapan peserta Lokakarya, memaparkan beberapa capaian pembangunan pertanian dalam 4 tahun terakhir. Di antaranya terkait peningkatan produksi, perbaikan regulasi, stabilitas harga, peningkatan investasi mekanisasi pertanian, serta inovasi pertanian.
Setelah mendapatkan penjelasan serta gambaran delegasi FAO dan Mentan, Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir berjanji akan membantu mempromosikan sektor pertanian Indonesia ke mancanegara.

daftar pustaka 
www.merdeka.com

PERANAN PEMUDA DI DUNIA PERTANIAN


PERANAN PEMUDA DALAM DUNIA PERTANIAN







Pemuda ? siapa itu pemuda ?
       Menurut WHO dalam sarlito sarwono (2008:9) usia 10-24 tahun digolongkan sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10-19 tahun. 
      Menurut mukhlis (2007:1) “ pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya dibebani bermacam-macam harapan, terutama dari generasi lainya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus, genrasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara berkelanjutan”.
      sooo.pemuda adalah individu dengan karakter yang dinamis, bahkan bergejolak dan optimis namun belum memiliki pengendalian emosi yang stabil. jadi dalam usia pemuda semangat dalam semua hal itu sangatlah tinggi.

     Jika berbicara tentang pemuda maka tak lepas dari mahasiswa. Mahasiswa mempunyai peranan yang sangat besar dalam mengembangkan dunia pertanian, sebab antara teori yang telah dipelajarinya dan praktek haruslah berjalan beriringan.
lahhhh,peranan pemuda itu apa aja sih ?terkhusus di dunia pertanian?

kali  ini ,saya akan memaparkan peranan pemuda di dunia pertanian:

1. melakukan riset untuk menghasilkan rekayasa teknologi maupun kelembagaan yang dapat mendukung pembangunan pertanian yang dapat memberdayakan petani serta menyokong ekonomi pertanian.
Hasil gambar untuk PEMUDA

2.  melakukan pendampingan untuk menghadapi ketidakberdayaan petani terhadap sistem yang tidak menguntungkan seperti sistem ijon, rentenir, ataupun ketidakberdayaan menghadapi tengkulak.

video persahabatan didunia pertanian